Ada kalanya kita merasa lelah dan berat dalam menghadapi tantangan hidup. Namun, seiring terbenamnya matahari dan datangnya waktu senja, kita diajak untuk berhenti sejenak dan merenung. Menyadari bahwa kita bukanlah makhluk yang sendirian, melainkan bagian dari ciptaan Tuhan yang indah dan penuh makna.
Kita diajak oleh Kitab Suci, dalam Mazmur 118:24, "Inilah hari yang dibuat oleh Tuhan; marilah kita bersuka-cita dan bergembira di dalamnya." Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap hari adalah anugerah dari Tuhan, penuh dengan kasih dan belas kasih-Nya. Meski seringkali kita merasa lelah dan terbebani, namun Tuhan selalu ada, menemani dan memberi kekuatan.
Ada kalanya kita lupa mengucap syukur, terlalu sibuk dengan urusan duniawi hingga melupakan bahwa setiap detak jantung, setiap nafas yang kita hirup adalah anugerah dari Tuhan. Mari gunakan waktu senja ini untuk merenung dan mengucap syukur atas segala berkat yang telah Tuhan berikan pada hari ini.
Refleksi ini juga mengajak kita untuk bersiap mengakhiri hari dengan damai. Mengingatkan kita bahwa sebelum tidur, ada baiknya kita menyempatkan diri untuk berbicara dengan Tuhan dalam doa. Mengakui segala kesalahan dan memohon ampun atas dosa yang telah kita lakukan, serta memohon perlindungan-Nya dalam mimpi dan istirahat kita.
Tuhan Yesus, kami mengucap syukur atas hari ini. Atas segala berkat dan anugerah yang Engkau berikan dalam hidup kami. Ampuni kami jika ada yang kami lakukan yang tidak berkenan di mata-Mu. Kami percaya, Engkau selalu menemani dan memberi kekuatan pada kami. Perlindungi kami dalam mimpi dan istirahat kami, dan biarkan kami bangun dengan semangat baru di pagi hari. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.
Dipublikasikan pada: 28 Agustus 2025
Tulisan "Renungan Sore 28 Agustus 2025" oleh Ekatolik.com berlisensi di bawah CC BY 4.0 . Harap menyertakan atribusi apabila mengutip tulisan dan/atau mengambil gambar dari situs ini.