Dalam kebisingan dan kesibukan hari ini, mari kita hentikan sejenak langkah kita, menarik napas panjang, dan dengan hati yang tenang, merenung. Perhatikanlah lembutnya angin sore yang bertiup, merayu dedaunan untuk berbisik-bisik tentang kebesaran Tuhan. Mungkin hari ini berat, penuh tantangan dan cobaan, tetapi kita masih diberi anugerah untuk melihat senja yang indah ini. Syukur, syukur, dan syukur.
Renungan kita sore ini berlandaskan pada Kitab Suci, Kolose 3:15, "Biarlah damai Kristus menjadi hakim dalam hatimu, karena untuk itulah kamu dipanggil menjadi satu tubuh." Kata-kata ini mengajak kita untuk merenung, berapa banyak kali kita membiarkan damai Kristus menguasai hati dan pikiran kita hari ini? Berapa kali kita membiarkan kasih-Nya mempengaruhi setiap tindakan, kata, dan pikiran kita?
Pengalaman hidup sehari-hari kita seringkali dipenuhi dengan suka dan duka, pujian dan cela, sukacita dan kesedihan. Dalam semua itu, kita diajak untuk selalu mengambil bagian dalam damai Kristus, damai yang melampaui segala pengertian, damai yang mampu membuat kita tenang di tengah badai kehidupan.
Begitu banyak hal yang bisa membuat kita lupa bahwa damai Kristus ada dalam diri kita. Kita seringkali membiarkan diri kita terbawa oleh keadaan, oleh emosi dan perasaan kita, hingga kita lupa bahwa kita adalah anak-anak Tuhan, yang dipanggil untuk hidup dalam damai dan kasih-Nya.
Maka, tugas kita sore ini adalah mengevaluasi, bagaimana kita menjalani hari ini. Apakah kita telah membiarkan damai Kristus menguasai hati kita? Atau apakah kita telah membiarkan diri kita terbawa oleh arus dunia? Dan jika kita menemukan bahwa kita telah lupa, jangan berkecil hati. Sebab, Tuhan selalu memberikan kesempatan baru, kesempatan untuk kembali kepada-Nya, untuk membiarkan damai-Nya memerintah dalam hidup kita.
Mari kita tutup renungan sore ini dengan doa singkat, "Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas hari ini, atas segala sukacita dan kesedihan, pujian dan cela. Kami serahkan semuanya dalam tangan-Mu. Bantu kami untuk selalu ingat bahwa damai-Mu ada dalam diri kami, dan biarlah damai itu menjadi hakim dalam hati kami. Amin."
Dipublikasikan pada: 24 Desember 2025
Tulisan "Renungan Sore 24 Desember 2025" oleh Ekatolik.com berlisensi di bawah CC BY 4.0 . Harap menyertakan atribusi apabila mengutip tulisan dan/atau mengambil gambar dari situs ini.
