Apakah Anda pernah merasa seolah-olah Anda tenggelam dalam tumpukan pekerjaan dan tanggung jawab? Mungkin saat ini Anda sedang merasa terbebani dengan kesibukan yang tak pernah berakhir, atau mungkin Anda merasa seolah-olah Anda tak mampu untuk melangkah maju. Di tengah semua itu, ada satu kebenaran yang dapat menjadi penolong dan peneguh kita: Kasih Tuhan tak pernah berubah dan selalu ada untuk kita.
Dalam Kitab Suci, kita diajak untuk "menetapkan hati dan pikiran kita pada apa yang di atas, bukan pada apa yang di bumi." (Kolose 3:2). Kata-kata ini menantang kita untuk melihat segala sesuatu dengan perspektif yang berbeda. Dalam hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, kita seringkali lupa bahwa kita adalah makhluk yang sementara di dunia ini, tapi abadi di sisi Tuhan.
Kesibukan dan tantangan hidup seakan-akan menjadi dinding yang membatasi pandangan kita hanya pada apa yang ada di depan mata, lupa bahwa ada Tuhan di atas segala-galanya. Kehidupan kita bukanlah sekadar urusan dunia, tapi juga urusan rohani. Tuhan menginginkan kita untuk memandang hidup dengan matanya, untuk melihat bahwa di balik setiap kesulitan, ada peluang untuk tumbuh dan menjadi lebih kuat.
Menetapkan hati dan pikiran kita pada apa yang di atas berarti menempatkan Tuhan sebagai pusat dalam setiap aktivitas kita. Tuhan bukan hanya tempat kita mengadu saat kita lelah dan berbeban berat, tapi Dia juga sumber kekuatan dan motivasi kita dalam menjalani hidup. Kita diajak untuk tetap dekat dan bersandar pada-Nya, bukan hanya saat kita merasa lemah, tapi juga saat kita merasa kuat.
Dalam praktik, ini berarti kita harus mengambil waktu dalam kesibukan kita untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan. Ini berarti kita harus menyisihkan waktu untuk bersama dengan Dia, walau hanya beberapa menit dalam sehari. Kita diajak untuk tetap setia dan tekun dalam berdoa dan berharap pada Tuhan.
Mari kita tutup renungan siang ini dengan doa.
"Ya Tuhan, di tengah kesibukan dan tantangan hidup, bantulah kami untuk selalu menetapkan hati dan pikiran kami pada-Mu. Berikanlah kami kekuatan dan ketekunan untuk selalu dekat dengan-Mu. Jadikanlah kami sebagai teladan iman yang tak pernah padam, walau di tengah badai sekalipun. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin."
Dipublikasikan pada: 7 November 2025
Tulisan "Renungan Siang 7 November 2025" oleh Ekatolik.com berlisensi di bawah CC BY 4.0 . Harap menyertakan atribusi apabila mengutip tulisan dan/atau mengambil gambar dari situs ini.
