Perjalanan hidup seringkali penuh dengan berliku dan berat, namun setiap fajar yang menyingsing memberikan kita peluang baru untuk melangkah. Sebagaimana firman Tuhan dalam Kitab Keluaran 15:2, "TUHAN adalah kekuatanku dan mazmurku, Ia menjadi keselamatanku."
Mari kita renungkan, sejauh mana kita mengandalkan kekuatan Tuhan dalam hidup kita? Apakah kita hanya berharap pada kekuatan sendiri, atau kita membiarkan Tuhan memimpin dan membimbing kita? Kita sering kali terjebak dalam kesibukan dan kebisingan dunia, sehingga lupa bahwa Tuhan selalu ada, menunggu kita untuk mengandalkan-Nya.
Ayat ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya syukur. Syukur bukan hanya ungkapan mulut, tetapi sikap hati yang selalu mengakui kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun, Tuhan selalu memberikan kita alasan untuk bersyukur. Kekuatan sejati bukan berasal dari kita, melainkan dari Tuhan yang selalu memberi kita harapan dan kekuatan untuk menghadapi setiap rintangan.
Bagaimana kita bisa menerapkan ini dalam kehidupan sehari-hari? Mulailah hari dengan berdoa dan menyerahkan segala rencana dan kekhawatiran kita kepada Tuhan. Jangan lupa untuk selalu bersyukur atas segala berkat yang telah diberikan-Nya. Dalam setiap tantangan, ingatlah bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan kita. Kita tidak perlu takut, karena Dia selalu ada bersama kita.
Mari kita tutup renungan ini dengan doa: "Ya Tuhan, kami bersyukur atas hari baru yang Engkau berikan. Berikanlah kami kekuatan untuk menghadapi hari ini dengan penuh harapan dan keberanian. Ajarlah kami untuk selalu mengandalkan Engkau dan menemukan alasan untuk bersyukur dalam setiap situasi. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin."
Dipublikasikan pada: 8 Mei 2026
Tulisan "Renungan Pagi 8 Mei 2026" oleh Ekatolik.com berlisensi di bawah CC BY 4.0 . Harap menyertakan atribusi apabila mengutip tulisan dan/atau mengambil gambar dari situs ini.
