Mengawali pagi dengan embusan udara segar, kita seringkali terjebak dalam rutinitas sehari-hari tanpa menyadari berkat-berkat kecil yang Tuhan berikan. Padahal, dalam setiap nafas, detak jantung, dan sinar matahari yang menyapa, terdapat cinta dan kasih Tuhan yang melimpah. Dalam kitab Mazmur 118:24, tertulis, "Inilah hari yang dibuat TUHAN, marilah kita bersuka-cita dan bergembira di dalamnya."
Kita terbiasa meminta, berdoa, dan berharap kepada Tuhan, tetapi seringkali lupa untuk mengucap syukur. Padahal, dalam syukur, kita menunjukkan penghargaan kita kepada Tuhan atas segala karunia-Nya, dan dalam proses itu, kita diberi kekuatan dan harapan baru.
Refleksi spiritual kita hari ini adalah tentang bagaimana syukur dan harapan saling terkait dalam iman kita. Dalam ajaran Gereja Katolik, syukur bukanlah sekedar ungkapan verbal, tetapi lebih merupakan sikap hati, suatu respons atas kasih Tuhan yang melimpah. Sebaliknya, harapan bukanlah sekedar impian atau keinginan, tetapi adalah keyakinan akan janji Tuhan.
Mari kita aplikasikan ini dalam kehidupan sehari-hari kita. Mulailah hari Anda dengan doa syukur, mengenali dan menghargai berkat-berkat kecil dalam hidup Anda. Kemudian, biarkan harapan mengisi hati Anda, bukan sekedar harapan atas yang baik dalam hidup, tetapi harapan atas janji Tuhan yang akan selalu menopang Anda.
Mari kita tutup renungan pagi ini dengan doa. "Tuhan Yesus, kami bersyukur atas cinta dan kasih-Mu yang tak berkesudahan. Bantulah kami untuk selalu mengenali dan menghargai berkat-berkat-Mu dalam hidup ini. Berikanlah kami kekuatan dan harapan untuk menghadapi hari ini, dengan keyakinan penuh atas janji-Mu. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin."
Dipublikasikan pada: 29 Agustus 2025
Tulisan "Renungan Pagi 29 Agustus 2025" oleh Ekatolik.com berlisensi di bawah CC BY 4.0 . Harap menyertakan atribusi apabila mengutip tulisan dan/atau mengambil gambar dari situs ini.