Begitu terjaganya mata ini, segenap alam raya tampak bersemangat menyambut hari baru. Awan yang berarak di langit, burung-burung yang bernyanyi di dahan, bunga-bunga yang menyeriakkan warna-warna kehidupan; seolah semua berkata, "Syukurlah pada Tuhan, karena Ia baik; kasih setia-Nya untuk selama-lamanya." (Mazmur 136:1)
Kita seringkali lupa bahwa setiap detik dalam hidup adalah anugerah. Setiap hembusan napas, setiap denyut jantung, setiap momen yang kita lalui adalah bukti kasih Tuhan yang tak terhingga. Dan betapa sering kita lupa untuk bersyukur. Setiap hari, kita terjebak dalam rutinitas, dalam kekhawatiran dan kesibukan dunia yang seringkali membuat kita lupa untuk berhenti sejenak, merenung, dan bersyukur.
Refleksi kita hari ini adalah tentang syukur dan harapan. Bagaimana kita, dalam segala kesibukan dan tantangan hidup, masih bisa menemukan ruang dalam hati untuk bersyukur dan berharap. Sebab Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh kasih dan setia. Ia memberi kita kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan dan Ia menjanjikan harapan yang tak pernah pudar.
Mari kita praktikkan syukur dan harapan dalam kehidupan sehari-hari. Mulailah setiap hari dengan doa syukur dan penyerahan. Syukurilah atas napas yang masih bisa kita hirup, atas matahari yang masih bisa kita lihat, atas cinta yang masih bisa kita rasakan. Serahkanlah segala kekhawatiran dan ketakutan kita pada Tuhan, karena Ia adalah tempat perlindungan kita.
Dan jangan lupa untuk selalu berharap. Harapan adalah bintang yang menerangi malam tergelap, adalah pelita yang membimbing langkah kita saat jalan tampak tidak jelas. Harapan adalah kekuatan yang membuat kita bangkit saat jatuh, adalah api yang membakar semangat kita untuk terus maju. Jadi, biarlah harapan selalu ada dalam hati kita, sebab Tuhan kita adalah Tuhan harapan.
Kini, mari kita tutup renungan kita dengan doa singkat ini: "Ya Tuhan, kami bersyukur atas kasih dan setia-Mu yang tak terhingga. Berkatilah kami hari ini dan berikanlah kami kekuatan untuk menghadapi hari ini dengan penuh syukur dan harapan. Amin."
Dipublikasikan pada: 26 Desember 2025
Tulisan "Renungan Pagi 26 Desember 2025" oleh Ekatolik.com berlisensi di bawah CC BY 4.0 . Harap menyertakan atribusi apabila mengutip tulisan dan/atau mengambil gambar dari situs ini.
