Mungkin saat ini kita merasa seperti berada di dalam gelap gulita, tidak tahu harus melangkah ke mana dan bagaimana menghadapi semua tantangan yang ada. Kita merasa lelah dan tak berdaya. Tapi, percayalah, Tuhan selalu ada di sisi kita. Ia berjanji dalam Kitab Suci, Yohanes 14:18, "Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai anak-anak yatim; Aku akan datang kepadamu."
Kita mungkin merasa sendiri, tapi sebenarnya Tuhan selalu ada di sisi kita, mendukung kita, memberi kita kekuatan. Dia tidak meninggalkan kita sendirian dalam menghadapi badai kehidupan. Dia ada di sana, menuntun kita keluar dari kegelapan, membawa kita menuju cahaya.
Ketika kita bangun di pagi hari, kita diberi kesempatan baru untuk memulai lagi. Kesempatan untuk melihat dunia dengan mata yang baru, hati yang baru, jiwa yang baru. Kesempatan untuk melihat betapa indahnya dunia ini, betapa berharganya hidup ini. Kesempatan untuk bersyukur atas semua yang kita miliki, atas semua berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Aplikasi praktis dari refleksi ini adalah mengajak kita untuk selalu melihat sisi positif dalam segala hal. Untuk selalu bersyukur atas semua yang kita miliki, bukan meratapi apa yang kita tidak miliki. Untuk selalu percaya bahwa Tuhan selalu ada di sisi kita, mendukung kita, memberi kita kekuatan. Untuk selalu percaya bahwa setelah gelap gulita pasti ada cahaya terang yang menanti.
Mari kita tutup refleksi ini dengan doa yang singkat, tulus, dan mendalam. "Ya Tuhan, terima kasih atas hari baru ini. Berikanlah kami kekuatan untuk menghadapi tantangan yang ada. Bimbinglah kami dalam setiap langkah yang kami ambil. Terima kasih atas semua berkat yang telah Engkau berikan kepada kami. Kami percaya bahwa Engkau selalu ada di sisi kami, mendukung kami, memberi kami kekuatan. Amin."
Dipublikasikan pada: 15 April 2026
Tulisan "Renungan Pagi 15 April 2026" oleh Ekatolik.com berlisensi di bawah CC BY 4.0 . Harap menyertakan atribusi apabila mengutip tulisan dan/atau mengambil gambar dari situs ini.
