Dalam keheningan malam ini, mari kita merenung sejenak tentang keramaian hidup yang seringkali membuat kita lupa akan keberadaan Tuhan dalam setiap nafas dan detak jantung kita. Biarlah keramaian itu memudar seiring meredupnya cahaya hari, dan biarlah kita kembali pada sang Pencipta dalam kesunyian hati.
Dalam Kitab Yesaya pasal 55 ayat 6, dikatakan "Carilah Tuhan selagi Ia masih dapat dicari, panggillah Ia selagi Ia masih dekat." Terkadang, kita begitu sibuk mencari-cari dalam hidup ini, namun lupa bahwa Tuhan selalu dekat dengan kita. Kita mencari jawaban, sedangkan Tuhan telah memberikan jawaban-Nya melalui Kitab Suci dan ajaran Gereja Katolik. Kita mencari pengampunan, padahal Tuhan selalu siap memberikan pengampunan-Nya bagi yang mau bertobat dan berbalik kepada-Nya.
Tidak ada beban yang terlalu berat untuk kita pikul sendiri, karena Tuhan selalu bersedia membantu kita. Saat kita menyerahkan segala beban dan masalah kita kepada-Nya, kita akan merasakan kedamaian yang melebihi segala pengertian. Kedamaian itu bukan berarti tidak ada masalah, namun berarti kita memiliki Tuhan yang lebih besar dari segala masalah.
Dalam kehidupan sehari-hari, mari kita terapkan prinsip penyerahan diri ini. Mulailah dengan hal-hal kecil; serahkan kekhawatiranmu tentang pekerjaan, tentang keluarga, tentang masa depan, kepada Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan memiliki rencana terbaik untukmu, dan rencana tersebut penuh dengan kasih dan pengampunan-Nya.
Mari kita tutup renungan malam ini dengan doa. Tuhan Yesus, kami menyerahkan segala beban dan masalah kami kepada-Mu. Kami percaya bahwa Engkau adalah Tuhan yang penuh kasih dan pengampunan. Berilah kami kekuatan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Mu, dan berikanlah kami kedamaian yang melebihi segala pengertian. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.
Dipublikasikan pada: 20 Desember 2025
Tulisan "Renungan Malam 20 Desember 2025" oleh Ekatolik.com berlisensi di bawah CC BY 4.0 . Harap menyertakan atribusi apabila mengutip tulisan dan/atau mengambil gambar dari situs ini.
