Saat malam tiba, cahaya lampu yang redup sering kali menjadi saksi bisu atas pergulatan hati kita. Mungkin ada di antara kita yang hari ini merasa kecewa, terluka, atau bahkan merasa tak berdaya. Mungkin juga ada yang merasa berjaya, puas, atau bahkan merasa beruntung. Apapun yang kita rasakan, mari kita renungkan bersama pesan dari Kitab Mazmur 55:23, "Serahkanlah bebanmu kepada TUHAN, maka Ia akan menopangmu, Ia tidak akan membiarkan orang benar goyah selama-lamanya."
Beban yang kita pikul, kadang terasa berat dan menghimpit, namun Tuhan mengajak kita untuk menyerahkan beban tersebut kepada-Nya. Dalam ajaran Gereja Katolik, Tuhan adalah sumber kekuatan dan penghiburan. Dia tidak pernah membiarkan kita sendirian dalam perjuangan. Dia selalu ada di sana, menopang kita, bahkan saat kita merasa paling rapuh.
Kadang, kita merasa sulit untuk menyerahkan beban kita karena kita merasa bahwa kita harus menyelesaikan semuanya sendiri. Kita seringkali lupa bahwa ada Tuhan yang selalu siap membantu kita. Menyerahkan beban kita kepada Tuhan bukan berarti kita lepas tangan atau menyerah, tetapi kita percaya bahwa Tuhan akan memberikan jalan keluar terbaik bagi kita.
Dan dalam proses penyerahan itu, kita diajak untuk belajar memaafkan, baik diri sendiri maupun orang lain. Pengampunan adalah salah satu cara kita untuk melepaskan beban. Dengan memaafkan, kita melepaskan diri dari rasa sakit dan amarah yang mungkin kita pendam. Pengampunan juga merupakan bentuk kasih dan belas kasihan yang diajarkan oleh Yesus dalam ajaran-Nya.
Saat kita menyerahkan beban dan memaafkan, kita akan merasakan kedamaian yang sejati. Kedamaian yang datang bukan dari dunia ini, melainkan kedamaian yang diberikan oleh Tuhan. Kedamaian yang membuat kita merasa tenang dan damai, meski di tengah badai sekalipun.
Mari kita praktikkan hal ini dalam kehidupan sehari-hari kita. Saat kita merasa terbeban, mari kita serahkan kepada Tuhan. Saat kita merasa tersakiti, mari kita praktikkan pengampunan. Dan saat kita merasa gelisah, mari kita cari kedamaian dalam Tuhan.
Sebelum kita mengakhiri hari ini, marilah kita berdoa bersama. "Ya Tuhan, kami serahkan semua beban kami kepada-Mu. Ajari kami untuk memaafkan dan berikan kami kedamaian yang hanya bisa datang dari-Mu. Bimbing kami dalam setiap langkah dan tetaplah bersama kami. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin."
Dipublikasikan pada: 11 November 2025
Tulisan "Renungan Malam 11 November 2025" oleh Ekatolik.com berlisensi di bawah CC BY 4.0 . Harap menyertakan atribusi apabila mengutip tulisan dan/atau mengambil gambar dari situs ini.
